⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas
Kompas menekankan polemik yang melibatkan BEM Bersatu dan dukungan mereka terhadap program pemerintah, namun mengarah pada kritik terhadap tujuan aksi mahasiswa. Detik menyoroti bantahan dari PDI Perjuangan dan Ganjar Pranowo yang menghighlight hak berbicara serta pentingnya data dalam menanggapi kritik. Perbedaan utama terletak pada fokus Kompas yang lebih pada konflik dan posisi mahasiswa, sementara Detik lebih menekankan klarifikasi dan pembelaan dari elite politik.
BEM Bersatu menolak gerakan mahasiswa yang ditunggangi politik praktis. Mereka menyerukan keterpisahan gerakan mahasiswa dari intervensi politik.
BEM Bersatu menolak penunggakan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik dan menyoroti kedekatan Tiyo Ardianto dengan jenderal purnawirawan. Mereka juga menyerukan pengusutan korupsi.
BEM Bersatu menuduh Tiyo Ardianto dekat jaringan politik tertentu. Mereka menyampaikan tuntutan untuk sterilisasi gerakan mahasiswa dari intervensi politik.
PDIP membantah tuduhan keterlibatan dalam aksi mahasiswa. Politisi Guntur Romli menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah dan tidak berdasar.
Ganjar Pranowo menanggapi kritik BEM Bersatu terkait dugaan kedekatan Tiyo Ardianto dengan tim pemenangannya. Ia menekankan pentingnya menjawab kritik dengan data.
PDI Perjuangan membantah tuduhan memiliki jaringan politik dengan Tiyo Ardianto. Ganjar Pranowo menegaskan hak warga untuk berpendapat dilindungi.
Aliansi BEM Bersatu tengah menjadi sorotan karena klaim bahwa aksi mahasiswa kehilangan arah. Mereka juga mendukung Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan.