⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: Kompas
Seorang peserta tur asal Madiun dilaporkan hilang di Korea Selatan dan terancam denda Rp 125 juta. Pihak travel mengambil tindakan hukum terkait masalah ini.
Seorang peserta tur dari Madiun bernama Femas Yani Arianto diduga kabur di Korea Selatan dan menghilang tanpa keterangan. Visa Femas telah berakhir.
Agensi travel melaporkan keluarga Femas Yani Arianto karena dianggap menyembunyikan informasi terkait masalahnya di Korea Selatan. Mereka terancam sanksi berat akibat insiden ini.
Kejadian wisatawan kabur saat tur bukanlah hal baru, pernah juga terjadi di AS dan Jepang. Femas, peserta tur di Korsel, kini overstay setelah memisahkan diri dari rombongan.
Seorang pemuda asal Madiun, Femas, dilaporkan hilang di Korea Selatan setelah kabur dari rombongan tur. Keluarga mengalami syok dan menghadapi beban materiil dari pihak agen travel.
Pencarian Femas Yani Arianto yang hilang di Korea Selatan berlangsung dengan sayembara oleh agensi Berani Backpacker. Hadiah menarik disiapkan untuk informasi keberadaannya.
Kasus hilangnya Femas Yani Arianto di Korea Selatan menyebabkan konflik antara keluarga dan agensi travel. Ibu mengklaim ditipu, sementara agensi membuktikan adanya kontradiksi.