⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas · Liputan6
Kompas menekankan proyeksi belanja negara yang tinggi untuk 2026 dengan optimisme pencapaian pendapatan. Detik menyoroti defisit APBN sebagai isu utama dengan penekanan pada peningkatan setoran pajak dan potensi masalah jika tidak ditangani. Liputan6 menggambarkan defisit APBN sebagai aman dan menunjukkan pertumbuhan positif dalam pendapatan negara. Perbedaan utama terletak pada fokus masing-masing sumber, di mana Kompas dan Liputan6 optimis, sementara Detik lebih menekankan potensi risiko.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan defisit APBN 2026 mencapai Rp 734,3 triliun. Target belanja negara juga meningkat untuk mendukung program prioritas.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi penerimaan pajak tidak mencapai target hingga 2026. Meski begitu, penerimaan masih tumbuh dari tahun lalu.
Penerimaan pajak tumbuh 24,6 persen pada semester I 2026, berbalik dari kontraksi 7 persen di tahun lalu. Defisit APBN terjaga dalam batas aman.
Menteri Keuangan Purbaya memproyeksikan defisit APBN 2026 mencapai Rp 734,3 triliun. Meski tinggi, dia yakin defisit bisa ditekan lebih rendah.
Menteri Purbaya memproyeksikan pendapatan negara 2026 akan melampaui target APBN sebesar Rp 3.208 triliun. Defisit juga diproyeksikan dalam batas aman sebesar 2,85 persen PDB.
Menteri Purbaya menekankan pentingnya kinerja pegawai pajak dan optimalisasi sistem Coretax. Purbaya mengancam akan merumahkan pegawai lambat jika tidak ada perbaikan.
Pendapatan negara mencapai Rp 1.459,4 triliun, tumbuh 21,4% dibanding tahun lalu. Penerimaan pajak dan non-pajak menunjukkan kinerja positif.
Penerimaan negara mencapai Rp 1.459 triliun pada semester I 2026, tumbuh 21,4% dibanding tahun sebelumnya. Pajak menjadi penopang utama penerimaan tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit APBN 2026 aman. Hingga Semester I-2026, defisit tercatat 0,76 persen terhadap PDB.
Menteri Keuangan Purbaya memproyeksikan defisit APBN 2026 mencapai Rp 734,3 triliun atau 2,85 persen dari PDB. Pemerintah optimistis dapat menekan defisit tersebut.
Menteri Purbaya menjelaskan kondisi defisit APBN yang mencapai Rp 196,5 triliun hingga Semester I-2026. Pendapatan negara tumbuh sebesar 21,4% yoy.
Menteri Keuangan memproyeksikan belanja negara 2026 akan mencapai Rp 3.942 triliun, melampaui pagu APBN. Proyeksi ini didukung oleh tambahan anggaran untuk kewajiban pemerintah.