⚑ Diberitakan duluan oleh Liputan6 · liputan: Detik · Kompas · Liputan6
Liputan6 menekankan adanya syarat bagi nelayan untuk dapat mengakses harga khusus solar nonsubsidi Rp 15.000 per liter. Detik menekankan bahwa anggaran untuk program solar khusus bagi nelayan tidak akan menggunakan APBN dan sudah tersedia kuota yang cukup. Kompas berfokus pada segera diterbitkannya aturan oleh Menteri ESDM untuk implementasi harga khusus tersebut. Perbedaan utama terletak pada pendekatan dan rincian informasi yang disampaikan terkait kebijakan dan sumber pendanaan.
Pemerintah mengizinkan nelayan membeli BBM solar nonsubsidi dengan harga diskon Rp 15.000 per liter. Kebijakan ini tidak membebani APBN dan berlaku selama 6 bulan.
Pemerintah akan memberikan subsidi harga khusus solar bagi nelayan tanpa membebani APBN. Subsidi ini dibiayai oleh BPDP.
Pemerintah menetapkan harga khusus BBM solar nonsubsidi bagi nelayan tanpa menggunakan APBN. Kuota awal disiapkan sebanyak 400.000 ton untuk enam bulan ke depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan segera menerbitkan SK untuk menetapkan harga khusus solar Rp 15.000 per liter bagi nelayan. Kebijakan ini bertujuan untuk membantu operasional nelayan di tengah kenaikan harga minyak dunia.
BPDP memastikan anggaran cukup untuk program-program berbasis sawit, termasuk B50 dan harga khusus solar untuk nelayan. Anggaran program diperkirakan mencapai Rp 32,3 triliun.
BPDP mempersiapkan anggaran untuk program biodiesel B50 dan subsidi solar bagi nelayan. Persiapan anggaran mencapai Rp 32,3 triliun untuk biodiesel.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan skema penyaluran harga khusus BBM solar nonsubsidi untuk nelayan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mengakses harga khusus tersebut.