⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas · Okezone
Kompas menekankan kebutuhan pemerintah untuk menutup perusahaan-perusahaan negara yang merugi sebagai langkah penghematan anggaran. Detik menekankan kekecewaan Prabowo terhadap direksi BUMN yang meminta bonus meski perusahaan rugi setelah penutupan 240 BUMN. Perbedaan utamanya terletak pada fokus Kompas yang lebih pada kebijakan pemerintah, sedangkan Detik menyoroti emosi dan kritik pribadi Prabowo terhadap manajemen BUMN.
Pemerintah telah menutup 240 BUMN yang rugi, menurut Prabowo Subianto. Pemangkasan ini diharapkan bisa menghemat triliunan rupiah.
Prabowo mengungkapkan kekecewaannya terhadap direksi BUMN yang meminta bonus meski perusahaan mengalami kerugian. Sebanyak 240 BUMN telah ditutup oleh pemerintah.
JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah menutup sekitar 240 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus mengalami kerugian. Langkah ini menghemat anggaran negara hingga triliunan rupiah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya…
Pemerintah telah menutup 240 BUMN yang bermasalah dan berencana menutup hingga 800 perusahaan. Ini diharapkan dapat menghemat anggaran dan memperbaiki tata kelola.
Prabowo menyampaikan bahwa 240 BUMN telah ditutup karena merugi. Pemerintah berencana menutup 800 perusahaan lainnya untuk menghemat anggaran negara.