⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas
Kompas menekankan peran Frans Antoni sebagai antek Gembong Narkoba Fredy Pratama dan menyoroti penangkapannya setelah buron. Detik menekankan detail tentang pengiriman uang oleh Frans, termasuk frekuensinya yang tinggi dan teknik yang digunakan untuk pengiriman. Perbedaan utama antara sumber-sumber tersebut terletak pada fokus narasi, di mana Kompas mengedepankan identitas dan hubungan dengan Fredy Pratama, sementara Detik lebih fokus pada aspek-detail jumlah dan metode pengiriman uang.
Anak buah Fredy Pratama telah melakukan pengangkutan uang hasil narkoba ke Thailand selama tujuh tahun. Total frekuensi pengiriman mencapai sekitar 168 kali.
Frans Antony ditangkap setelah terbukti mengirim uang hasil jual beli narkoba ke Fredy Pratama di Thailand menggunakan metode penyamaran. Kegiatan ini sudah berlangsung selama tujuh tahun.
Frans Antony ditangkap di Malaysia karena terlibat dalam pengiriman uang hasil narkoba ke Fredy Pratama. Pengiriman uang tersebut berlangsung selama tujuh tahun.
Frans Antony ditangkap setelah mengelola pengiriman uang miliaran kepada buronan Fredy Pratama selama lebih dari 7 tahun. Kegiatan ini termasuk pencucian uang hasil kejahatan.
Frans Antony ditangkap di Malaysia karena rutin mengirim uang hasil jual beli narkoba ke Fredy Pratama. Dia melakukan pengiriman selama 7 tahun.
Frans Antoni, kepercayaan gembong narkoba Fredy Pratama, ditangkap Polri setelah buron. Ia diduga menjalankan sindikat keuangan narkoba selama tujuh tahun.