⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas
Kompas menekankan bahwa pemerintah Kota Bandung mendukung angkot listrik pintar sebagai transportasi ramah lingkungan tetapi mengalami kendala biaya pengadaan yang tinggi. Detik menyoroti mahalnya investasi yang diperlukan untuk proyek angkot pintar, serta mengingatkan bahwa walaupun pernah ada antusiasme, realisasi program belum terlihat. Perbedaan utama terletak pada fokus Kompas yang lebih pada dukungan pemerintah dan isu biaya, sementara Detik lebih menekankan tantangan investasi dan ketidakpastian progres proyek.
Kota Bandung pernah menggarap proyek peremajaan angkutan kota (angkot). Pada Akhir Oktober 2025, sebuah angkutan purwarupa bernama Angkutan Kota Listrik untuk Negeri atau Angklung, saat itu diresmikan sebagai wacana program ambisius 'Angkot Pintar'. Namun setelah hampir setahun…
Pemerintah Kota Bandung mendorong angkot pintar untuk transportasi ramah lingkungan. Namun, program terhambat biaya pengadaan yang tinggi.