⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Liputan6
Liputan6 menekankan bahwa Kementerian ESDM tidak akan menambah kuota produksi nikel kecuali untuk smelter yang kekurangan pasokan guna menjaga stabilitas harga. Di sisi lain, Detik melaporkan bahwa ESDM membuka opsi penambahan kuota produksi nikel dengan syarat agar perusahaan dapat mengajukan perubahan RKAB. Perbedaan utama terletak pada pendekatan, di mana Liputan6 menyoroti kebijakan restriktif dan stabilitas harga, sedangkan Detik lebih menekankan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan smelter.
Kementerian ESDM membuka opsi penambahan kuota produksi nikel untuk 2026 guna memenuhi kebutuhan smelter. Perusahaan dapat mengajukan perubahan RKAB.
Kementerian ESDM tidak akan menambah kuota produksi nikel untuk 2026, kecuali untuk smelter yang mengalami kekurangan pasokan. Kebijakan ini untuk menjaga stabilitas harga nikel.