⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: Detik · Kompas · Liputan6
Liputan6 menekankan penurunan harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu jalur ekspor. Kompas menyoroti stabilitas harga minyak di tengah pergeseran kebijakan AS terkait tarif di Selat Hormuz. Berbeda dengan kedua sumber sebelumnya, satu artikel Kompas menekankan optimisme pasar terhadap normalisasi situasi pasca-konflik. Perbedaan utama dalam framing terletak pada fokus sumber, di mana Liputan6 menekankan dampak langsung ketegangan terhadap harga, sementara Kompas lebih menyoroti dinamika kebijakan dan potensi normalisasi.
Harga minyak dunia meningkat sekitar 3 persen dipicu konflik antara AS dan Iran. Ketegangan ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.
Harga minyak AS naik hampir 3% setelah serangan AS ke Iran. Situasi membuat pasar tidak nyaman meski belum dalam mode panik.
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4% setelah ancaman Donald Trump untuk membombardir Iran. Konflik baru dapat mengganggu ekspor minyak.
Harga minyak dunia turun 2 persen akibat kekhawatiran inflasi dan perlambatan ekonomi. Ketegangan di Timur Tengah masih berlanjut meski ada sinyal meredakan konflik dari Iran.
Harga minyak dunia turun akibat ketegangan antara Iran dan AS. Upaya negosiasi antara kedua negara sedang dilakukan untuk mencegah konflik lebih lanjut.
IMF tidak memperkirakan harga minyak akan segera turun ke level sebelum perang di Timur Tengah. Ketegangan di daerah tersebut terus memanas.
Harga minyak dunia melemah seiring optimisme terhadap normalisasi di Selat Hormuz pasca konflik. Negosiasi AS dan Iran diharapkan mendorong pemulihan situasi.
Harga minyak dunia mencatatkan kenaikan sepekan meskipun mengalami penurunan pada perdagangan harian. Konflik AS-Iran berdampak pada jalur pasokan minyak global.
Harga minyak dunia naik sementara indeks IHSG juga menguat. Namun, ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat.
Harga minyak dunia menguat setelah serangan antara AS dan Iran di Selat Hormuz. Situasi ini meningkatkan ketegangan di jalur perdagangan penting.
Harga minyak dunia melonjak tajam akibat bentrokan bersenjata antara AS dan Iran di Selat Hormuz. Ketegangan ini memicu kekhawatiran pasokan energi global.
Harga minyak dunia melonjak hampir 10%, mencapai titik tertinggi sejak 2020. Hal ini dipicu oleh blokade yang diumumkan oleh Presiden Trump terhadap Iran.
Harga minyak dunia menguat setelah serangan militer AS terhadap Iran. Donald Trump juga melepaskan tuntutan biaya perlindungan untuk kapal melintasi Selat Hormuz.
Donald Trump membatalkan rencana tarif 20 persen di Selat Hormuz dan memilih kesepakatan perdagangan dengan negara Teluk. Harga minyak tetap naik karena ketegangan di kawasan.
Harga minyak dunia bergerak stabil di tengah ketegangan antara AS dan Iran. AS melanjutkan serangan udara di sekitar Selat Hormuz.
Harga minyak dunia turun sekitar 1% akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Hal ini meningkatkan risiko terganggunya jalur ekspor minyak utama.