⚑ Diberitakan duluan oleh Detik · liputan: Detik · Kompas · Liputan6
Liputan6 menekankan bahwa kenaikan BI Rate menjadi 5,75% dapat mengakibatkan masyarakat enggan meminjam kredit, berisiko mengganggu pertumbuhan kredit. Kompas menyoroti bahwa meskipun BI Rate naik, bank-bank masih mencermati kondisi pasar sebelum menyesuaikan bunga kredit, serta menekankan pentingnya penyaluran kredit yang terjaga. Detik mengungkapkan bahwa menteri meminta bank BUMN untuk tidak terburu-buru menaikkan bunga kredit, fokus pada efisiensi dan produktivitas. Perbedaan utama terletak pada fokus tiap media: Liputan6 lebih pada dampak perilaku masyarakat, Kompas pada respons perbankan, dan Detik pada keputusan pemerintah.
Menteri Airlangga Hartarto meminta Himbara tidak terburu-buru menaikkan bunga kredit setelah BI rate naik. Harapannya, penyaluran kredit tetap berjalan untuk mendukung ekonomi.
Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75%. Riduan dari Bank Mandiri menyatakan masih memantau pasar sebelum mengubah bunga kredit.
Pertemuan ini membahas tentang efisiensi dan produktivitas perbankan di tengah kenaikan suku bunga. Kualitas aset perbankan masih terjaga pada level yang baik.
Kenaikan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen diharapkan tidak segera diikuti oleh bank Himbara dengan kenaikan bunga kredit.
Presiden Prabowo mengumpulkan petinggi bank BUMN untuk membahas peran mereka dalam pertumbuhan ekonomi nasional setelah kenaikan suku bunga BI. Pertemuan berlangsung selama 4 jam.
Presiden tidak meminta Himbara menahan suku bunga, namun penyaluran kredit harus dijaga. Pertumbuhan kredit perbankan nasional mencapai 11,51 persen.
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia ke 5,75% belum langsung direspons perbankan. Beberapa bank masih mencermati kondisi pasar sebelum menyesuaikan suku bunga kredit.
Kenaikan BI Rate menjadi 5,75% diperkirakan menekan pertumbuhan kredit dan meningkatkan risiko kredit bermasalah. Masyarakat diperkirakan enggan meminjam ke bank.