⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: Detik · Kompas
Kompas menekankan pada dugaan proyek pengadaan CCTV fiktif yang berpotensi merugikan negara secara besar-besaran. Sementara itu, detik lebih fokus pada rincian proyek, termasuk alat sidik jari dan proses pelaporannya ke Kejagung. Perbedaan utama terletak pada pendekatan masing-masing media, di mana Kompas menyoroti dampak kerugian negara secara umum, sedangkan detik lebih mengedepankan detail teknis dan aspek pelaporan dari proyek tersebut.
Sony Sonjaya mengungkap dugaan proyek pengadaan CCTV fiktif senilai Rp 300 miliar di program Makan Bergizi Gratis. Hal ini berpotensi menimbulkan kerugian negara besar.
Krisna Murti menyampaikan bahwa proyek sewa 5.000 CCTV dan alat sidik jari senilai Rp 300 miliar fiktif. Pengadaan tersebut menimbulkan kerugian bagi negara.