⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: Detik · Kompas · Liputan6
Liputan6 menekankan ancaman balasan Iran jika infrastrukturnya diserang kembali, menunjukkan kekhawatiran serius terhadap serangan AS. Kompas menekankan serangan bertubi-tubi oleh AS yang bertujuan melemahkan Iran, serta memperlihatkan dampak lebih luas pada ekonomi global, khususnya lonjakan harga minyak. Detik fokus pada risiko yang ditimbulkan oleh tindakan Iran di Selat Hormuz, menyoroti ketegangan yang semakin meningkat. Perbedaan utama terletak pada fokus masing-masing media: Liputan6 lebih memperhatikan respons Iran, sementara Kompas dan Detik membahas dampak dan tindakan AS.
Gencatan senjata antara AS dan Iran berakhir setelah AS meluncurkan serangan ke sejumlah target di Iran. Ketegangan militer kembali meningkat.
Perang antara AS dan Iran kembali membara setelah berakhirnya gencatan senjata. Serangan dan respons militer terjadi di kawasan Teluk.
Amerika Serikat kembali menyerang Iran, menunjukkan potensi kembalinya perang. Trump memperingatkan situasi akan memburuk jika serangan berlanjut.
Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz hampir lumpuh setelah serangan AS ke Iran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas jalur perdagangan minyak dunia.
AS dan Iran terlibat serangan yang menyebabkan banyak korban saat pemakaman Khamenei. Ketegangan meningkat di Selat Hormuz dan infrastruktur Iran rusak.
Pemakaman Khamenei diwarnai ketegangan antara Iran dan AS. Serangan balas-membalas menjerumuskan kedua negara dalam konflik yang lebih dalam.
Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz setelah menyerang sebuah kapal. Penutupan tersebut memicu lonjakan harga energi dan inflasi global.
Iran mengklaim telah menghancurkan fasilitas militer AS sebagai respons atas serangan yang mereka anggap mengganggu ketenangan di Selat Hormuz.
Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di beberapa negara Teluk sebagai balasan. Tindakan ini memicu protes dari pemerintah negara-negara tersebut.
Iran menyerang kapal dagang di Selat Hormuz, memicu eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Kondisi ini menandakan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Serangan udara AS di Iran meningkat dengan meluas, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang signifikan. Gencatan senjata AS-Iran dinyatakan hancur.
Konflik AS-Iran kembali memanas dengan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Ketegangan berlanjut setelah pernyataan dan tindakan dari kedua pihak.
Ketegangan meningkat di Selat Hormuz setelah AS menyerang Iran. Serangan balasan Iran menewaskan seorang pelaut dan melukai beberapa orang lainnya.
Donald Trump mengklaim Mojtaba Khamenei 90 persen sudah tiada akibat serangan AS dan Israel. Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat.
Militer AS mengumumkan dimulainya kembali blokade di Selat Hormuz. Blokade tersebut ditujukan untuk kapal-kapal yang berlayar menuju dan dari pelabuhan Iran.
Amerika Serikat kembali meluncurkan serangan udara terhadap Iran, memanasnya konflik setelah penandatanganan MoU untuk perdamaian. Situasi selat Hormuz menjadi perhatian utama.
Militer AS meluncurkan serangan udara baru di Iran yang menyebabkan jatuhnya korban sipil. Tiga puluh warga sipil tewas akibat eskalasi konflik ini.
AS melumpuhkan kapal tanker yang menerobos blokade laut terhadap Iran. Serangan ini ditujukan untuk menghancurkan kemampuan militer Iran.
Konflik antara AS dan Iran semakin memanas dengan serangan saling balas. Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat di Selat Hormuz akibat serangan militer. Serangan tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran.
Iran memperingatkan respons menghancurkan jika infrastruktur mereka diserang lagi oleh AS. Ketegangan meningkat dengan serangan-seangan yang telah terjadi baru-baru ini.