⚑ Diberitakan duluan oleh Kompas · liputan: Kompas · Liputan6
Liputan6 menekankan stabilitas defisit APBN 2025 yang tercatat di 2,81% PDB dan keberhasilan pemerintah dalam membukukan SiLPA. Kompas menyoroti proyeksi defisit APBN 2026 yang lebih besar dari target, dengan fokus pada lonjakan belanja negara dan kebutuhan untuk memperkuat kredibilitas APBN guna menjaga stabilitas ekonomi. Perbedaan utama terletak pada fokus Liputan6 yang optimis terhadap pencapaian SiLPA, sementara Kompas lebih kritis terhadap potensi tantangan anggaran di masa depan.
Kinerja APBN semester I 2026 masih sehat, namun risiko fiskal perlu diwaspadai. Tantangan besar di semester II 2026 akan diuji oleh kualitas belanja negara.
Pengamat menilai defisit APBN yang rendah menunjukkan kondisi fiskal yang terkendali, namun belum cukup untuk mendukung stabilitas rupiah.
Ekonom menilai pemerintah perlu memperkuat kredibilitas APBN untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah. Upaya tersebut meliputi pengendalian belanja dan peningkatan penerimaan negara.
Defisit APBN 2026 diperkirakan lebih besar dari target pemerintah. Kenaikan belanja negara juga diproyeksikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Defisit APBN 2025 tercatat stabil di 2,81% PDB. Pemerintah berhasil membukukan SiLPA Rp 72,4 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya.